Atasi Tingginya Angka Penganggura, Ini Solusi Yang Dilakukan Pemprov NTT !

Oasepapua.id- Merujuk data Badan Pusat Statistik ( BPS) NTT jumlah pengangguran di NTT saat ini sebanyak 78.500 orang. Maka pihak Pemprov NTT sudah menyiapkan sejumlah solusi untuk mengatasi tingginya angka pengangguran.

Angka penggangguran di NTT dalam rentang beberapa bulan terakhir ini terus bertambah.Sebab Angka ini naik jika dibandingkan pada bulan Februari 2019 lalu yakni 76.300 orang.

Pengangguran terbanyak berasal dari lulusan diploma sebesar 12,44 persen dan lulusan universitas sebesar 8,76 persen dan pengangguran terkecil berasal dari lulusan sekolah dasar (SD) sebesar 0,57 persen.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, menjelaskan solusi Pemprov NTT saat ini, telah bekerja sama dengan sejumlah koperasi, badan usaha milik desa, serta beberapa badan usaha lainnya, sehingga dengan solusi ini untuk melatih para pengangguran yang terdidik agar bisa menciptakan lapangan kerja sendiri

“Masalah tenaga kerja, pengangguran yang terdidik itu, dia terdidik tapi belum tentu terlatih. Jadi terdidik itu baru memiliki pengetahuan, tapi belum memiliki ketrampilan, karena itu kita akan latih khusus sarjana yang menganggur,” ujar Josef yang dilansir Kompas.com, di Kupang Kamis (9/5/2019).

Josef menyebut, untuk lulusan D3 atau S1 yang memiliki kompetensi, tentu akan memiliki pekerjaan, tetapi ada juga yang mengganggur. Karena itu perlu diberi pelatihan khusus untuk manjadi seorang wirausahawan.

Selain itu, Tambah Josef, banyak faktor penyebab menganggurnya para sarjana. Salah satunya karena lowongan kerja sedikit tapi lulusannya banyak.

“Sehingga sekarang ini kita kerjasama dengan beberapa koperasi, bumdes dan beberapa badan usaha lainnya, sehingga mereka bisa melatih para lulusan D3 dan S1 supaya mereka bisa berwiraswasta,” kata Josef.

Pemerintah provinsi dan kabupaten, kata Josef, tentu akan memberikan motivasi kepada para penangguran, terutama merubah pola pikir untuk menjadi wirausahawan.

Apalagi kata Josef, lahan di wilayah NTT banyak yang belum dikelola.

“Kita jangan memberikan mereka ikan, tapi kail. Tentu untuk menuntaskan persoalan penangguran ini tidak semudah membalik telapak tangan, karena akan ditangani secara bertahap,” ujarnya. (Red.004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.