Bosko Tersangka Penikaman Afner Di Sausapor Akhirnya Di Tangkap Polisi

Oasepapua.id– Norbertus Adrianus Titit alias Bosko yang merupakan tersangka kasus penikaman hingga berujung maut terhadap korban bernama Afner Gotlif Marani, di Kampung Emaus, Distrik Sausapor, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat pada Jumat 26 April 2019 lalu, akhirnya ditangkap oleh pihak Kepolisian Resort Sorong.

” Bosko merupakan salah satu mahasiswa yang tidak menyebutkan nama Kampusnya ditangkap oleh Tim Opsnal Polres Sorong bersama pihak Polsek Sausapor, dirumah kosnya, di KM. 10 kampung Bugis Kota Sorong, tanggal 30 April 2019. Pelaku bosko juga sempat di buron ,” Kata, Wakapolres Sorong, Kompol Andi Mapparenta S.Sos didampingi Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Fernando S. Saragi S.Ik dan Kapolsek Sausapor, Iptu A. Ronny Uniwally S.H saat menggelar press release di Mapolres Sorong, Selasa (21/05)

Wakapolres Sorong, Kompol Andi Mapparenta S.Sos didampingi Kasat Reskrim Polres Sorong, AKP Fernando S. Saragi S.Ik dan Kapolsek Sausapor, Iptu A. Ronny Uniwally S.H saat menggelar press release di Mapolres Sorong, Selasa (21/05).Ft. Paschal/OP

Barang bukti yang diamankan berupa 1 buah baju warna abu-abu, 1 buah celana pendek warna coklat kotak-kotak dan warna hitam, 1 buah noken warna biru, dan 1 buah pisau dapur.

Barang Bukti yang diamankan.ft Paschal/OP

Wakapolres Mapparenta dalam rilis sore tadi, mengatakan bahwa modus dari penikaman terjadi lantaran tersangka Bosko, ketakutan karena Dirinya diketahui sedang melakukan hubangan asmara (hubungan badan layak suami istri) dengan saksi Kubiah Salonika Yenjau, oleh korban Afner yang diduga sebagai pujaan hati dari Kubiah.

Dijelaskannya, Krononologis penikaman bermula saat tersangka Bosko bersama saksi Yohanis A Yesnath, saksi Kubiah Salonika Yenjau, dan saksi Martha Yafdas duduk di pantai logbon sambil mengkonsumsi minuman keras.

Setelah itu tersangka Norbertus bersama Kubiah memisahkan diri dari saksi lainnya dengan mengambil jarak sektar 15 meter. Tersangka Norbertus dan Kubiah kemudian melakukan hubungan badan layaknya suami istri di pantai tersebut.

Sekitar pukul 02.00 WIT pagi, korban Afner Gotlif Marani yang merupakan pacar dari Kubiah, datang dan menegur pujaan hatinya itu. Setelah menegur Kubiah, korban Afner Gotlif Marani pun pulang. Karena tersangka Norbertus merasa takut diketahui, tersangka mengejar korban yang juga turut diikuti oleh Kubiah.

Sesampainya di samping kios Mami, tersangka dan korban sempat terlibat adu mulut , setelah itu korban balik badan dan berjalan meninggalkan tersangka Norbertus.

Tersangka kemudian mengambil pisau dapur yang disimpannya di dalam noken warna biru dan menikam dada kanan korban dari arah belakang sebanyak 1 (satu) kali. Korban akhirnya ditemukan oleh Yohanes Mesak Hae mendapati korban yang berusaha untuk duduk di depan rumah ibu Pera sembari berteriak meminta pertolongan.

Melihat kondisi korban Yohanes pun melakukan pertolongan dengan cara menekan dada korban agar darahnya tidak mengalir deras. Karena kondisi korban semakin kritis, Yohanes pun melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sausapor.

“Ketika saksi Yohanes kembali usai melapor ke Polsek Sausapor, korban sudah meninggal dunia. Kemungkinan kehabisan darah karena luka tusuk tersebut,”jelas Kasat Reskrim, AKP Fernando S. Saragi S.Ik.

Sementara itu, Kapolsek Sausapor, Iptu A. Ronny Uniwally S.H, mengatakan pelaku penikaman yang hingga mereggut nyawa daripada korban Afner Gotlif Marani, telah ditetapkan dan tidak ada tersangka lain kecuali Norbertus Adrianus Titit alias Bosko.

Kapolsek Sausapor, Iptu A. Ronny Uniwally S.H,

Pelaku kini di tahanan Mapolres Sorong, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku dijerat dengan pasal 338 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

Kontributor ; Paschal

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.