Desak Serius Menangani Sampah, Aliansi Mahasiwa Demo Walikota Sorong

Oasepapua.id– Desak Serius menangani sampah dan banjir, Aliansi mahasiswa peduli lingkungan kota sorong, Papua Barat lakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Walikota Sorong serta meminta mencopot Kadis Pekerjaan Umum (PU) dan Lingkungan Hidup lantaran tidak becus menjalankan tugas untuk menciptakan kota sorong bebas banjir dan menjadi kota yang bersih, di jalan pramuka Kota Sorong Papua Barat, Senin siang (13/05/2019).

Dalam aksi tersebut terjadi dorong pagar Kantor Walikota Sorong, Papua Barat tidak terelakan ketika satuan polisi pamong praja menutup pintu pagar mencegah mahasiswa dari aliansi mahasiswa peduli lingkungan masuk dan melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor walikota Sorong .

Selain aksi dorong pagar, para pendemo sempat terlibat aksi adu mulut dengan anggota Sat Pol PP Kota Sorong yang melarang mereka masuk. Namun setelah melakukan negosiasi yang cukup alot para mahasiswa ini akhirnya ditemui oleh asisten III Setda Kota Sorong, Rudy Laku lantaran wali kota sorong dikabarkan sedang berada di luar daerah.

Aliansi mahasiswa peduli lingkungan akhirnya diizinkan masuk kedalam halaman kantor walikota untuk menyampaikan aspirasi mereka dalam butir tuntutannya yang dibacakan koordinator lapangan Afriayanto.

Aliansi mahasiswa peduli lingkungan mendesak Pemda Kota Sorong untuk segera mencabut izin galian C yang di tuding sebagai penyabab banjir di Kota Sorong selain itu maraknya pembangunan yang diduga menyalahi analisis mengenai dampak lingkungan maupun Amdal juga dituding sebagai penyebab sering terjadinya banjir. 

Walikota Sorong juga didesak untuk mencopot kepala dinas Pekerjaan Umum dan kepala dinas Lingkungan Hidup lantaran tidak becus dalam menangani persoalan banjir di kota Sorong.

“Medesak pemerintah Kota Sorong galian pasir atau galian C diwilayah kota Sorong terutama di kilometer 10 dan sekitarnya. Meminta kepada bapak Walikota Sorong agar mencopot kadis lingkungan hidup dan kadis PU karena lalai menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemangku kebijakan.”Tuntutnya.

Rudy Laku Asisten III Setda Kota Sorong dihdapan mahasiswa menjelaskan pemerintah Kota Sorong telah melakukan sejumlah tindakan antisipasi diantaranya dengan pengerukan drainase di sepanjang daerah yang sering kebanjiran.

“Pemerintah Kota Sorong sudah megambil langkah yaitu membersihkan drainase dan selokan-selokan yang ada di khususnya daerah kilo 8 dan kilo 10 sebagai daerah yang terdampak pada banjir akibat curah hujan yang tinggi.”Jelasnya. 

Massa mengancam akan memboikot kontor walikota sorong jika tuntutan mereka tidak diindahkan usai menyerahkan tuntutan kepada perwakilan walikota sorong pada mendemo kemudian membubarkan diri dengan tertib.(JJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.