Kasus Korupsi Fair NTT Rp 31 Miliar, Jaksa Tetapkan 6 Orang Tersangka

Oasepapua.id – Kasus dugaan korupsi terhadap pembangunan gedung NTT Fair tahun 2018 senilai Rp 31 miliar, yang beralamat di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini mulai terkuak. Saat ini Tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT menahan enam (6) orang tersangka.

Keenam orang dengan masing-masing berinisial DT, YA, HP, LL, BY dan FP. yang mana DT, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YA selaku Pengguna Anggaran (PA), Sedangkan HP dan LL sebagai kontraktor dan BY dan FB sebagai pengawas. t

” Benar ada 6 orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang diperoleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT,” Kata Asisten Tindak Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati NTT, Sugyanta kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Sugyanta mengatakan ke enam orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Juni 2019.

” Lima orang tersangka ditahan di Kupang. Sedangkan satu orang tersangka ditangkap di Jakarta selanjutnya langsung ditahan bersamaan,” Tangkasnya

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT Febrie Ardiansyah mengatakan, pihaknya segera menetapkan tersangka terkait kasus korupsi pembangunan Gedung NTT Fair di NTT.

Pihaknya telah memeriksa 25 orang saksi, termasuk Frans Lebu Raya, mantan gubernur NTT.

Gedung NTT Fair dibangun mulai Mei 2018 dengan anggaran Rp 31 miliar. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan yakni Desember 2018, proyek belum rampung.

Kemudian, proyek diperpanjang selama 50 hari kemudian ditambah lagi 40 hari. Namun, kontraktor tidak mampu merampungkan pekerjaan.

Progres pembangunan gedung per 31 Maret 2019 hanya mencapai 54,8 persen. Di sisi lain, anggaran pembangunan gedung ternyata sudah cair 100 persen. (Red 004**)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.