Nasib Beni K. Harman Kini Di Tangan Bareskrim Mabes Polri

Media Timur Indonesia-Hebohnya Kasus tuduhan memberikan pernyataan hoax melalui medsos dan media online, maka Politisi Demokrat Benny Kabur Harman (BKH, dan juga sebagai mantan calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), yang gagal bertarung dua periode itu, kini akan berurusan dengan aparat kepolisian Bareskrim Mabes Polri.

Dari hasil pernyataan Benny Kabur Harman (BKH), yang juga caleg DPR RI NTT 1 dari Partai Demokrat, melalui akun twitternya berisi komentar atas berita dan foto wajah Ratna Sarumpaet yang lebam, tersebar di medsos dan menjadi viral.

Sementara itu, cuitan Benny Kabur Harman (BKH) kepada Presiden Jokowi dalam twitternya menuai banyak kritik, caci maki bahkan hujatan sepanjang hari.

Nyaris tak seorangpun membenarkan cuitan BKH, di medsos dan media online. Bahkan cuitan BKH tentang 3 (tiga) kemungkinan sikap Presiden itu, dinilai Netizen sebagai tanpa dasar, prematur, dan dikualifikasi sebagai ujaran kebencian” .

Selain itu, Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus juga membenarkan bahwa BKH telah melaporkan dilaporkan ke Bareskrim Polri. BKH diduga bersama-sama dengan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto dan Fadli Zon melakukan tindak pidana ujaran kebencian

“ Kasus ini sudah masuk dalam domain Bareskrim Mabes Polri. BKH dilaporkan oleh Advokat Rudiyanto Kabunang, SH. MH. CLI, dengan kualifikasi delik ujaran kebencian,” kata Petrus, Jumad (5/10/18) di Jakarta.

Petrus Selestinus berharap, publik mempercayakan Bareskrim Mabes Polri untuk bekerja dan segera merespons laporan Polisi ini secepatnya, sebagaimana layaknya Mabes Polri merespons dengan cepat menjadikan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka.

“Laporan ini harus diprioritaskan oleh Polisi guna mencegah timbulnya keonaran di tengah warga terutama di dalam memasuki masa kampanye pemilu 2019” tandas Petrus ini.

Sementara itu, Benny Kabur Harman (BKH) seperti dikutip news.detik.com, Jumad (5/10/18) menyatakan tak merasa menyerang Jokowi lewat tweet-nya. “Saya tidak menyerang Pak Jokowi. Saya tidak menuduh. Saya kan cuma mengatakan itu mungkin, semua mungkin to,” ujar Benny

Benny pun mengaku tak takut apabila dilaporkan karena cuitannya itu. Ia tak merasa ada yang salah terhadap pernyataannya.

“Saya tidak ada memfitnah. Analis pendapat saja seperti orang menganalisis, misalnya 65 janji Jokowi gagal. Pendapat belum tentu benar,” sebut Benny.(Red/004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.