Pengusaha SPBU Sebut Pasokan BBM Di Maybrat Masih Minim

Oasepapua.id- Pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, mengeluh minimnya pasokan bbm jenis solar dan premium ke wilayah ini.

Pemilik SPBU Kompak CV Smok Mandiri, Harun Karet, menjelaskan, kebutuhan BBM sedikitnya untuk 50.000 warga kabupaten Maybrat tidak cukup dengan kuota yang masuk dari 30.000 liter BBM , maka perlu ada penambahan kuota bbm lagi, untuk kabupaten maybrat, papua barat.

Menurut Harun, paihaknya harus dapat mengatur penjualan bbm dalam sehari agar kuota tiga puluh ribu liter yang disalurkan pertamina, mampu memenuhi kebutuhan warga Distrik Ayamaru utara dan sekitarnya. jika tiga puluh ribu liter bbm tersebut, dijual seluruhnya, maka dalam satu hari akan habis.

“Saya lepas minyak ke lapangan berarti satu hari habis satu tangki, makanya kita atur mencegah biar waktu besok itu minyaknya masyarakat mendapat pelayanan juga tapi kalau lepas satu kali dibeli ya habis satu kali satu tangki tidak cukup. 30 ribu liter kita jual normalnya cuma satu minggu. Kita mengharapkan Pertamina menambah alokasi stok premium. Jadi menambah stok premium. Makanya karena premium habis cepat maka kita minta pertalite untuk premium yang selam ini langka disini.”. Kata harun yang dikonfirmasi usai peresmian spbu kompak miliknya di kampung yukase, Kabupaten Maybrat, Jumad (10/5/2019)

Pengusaha asli kabupaten maybrat ini, mengatakan umumnya warga mayrat membutuhkan premium, oleh sebab itu pihaknya meminta pertamina menyalurkan pertalite,untuk menutupi kebutuhan premium yang besar tersebut.

Sementara itu, region manager retail fuel marketing pertamina MOT VIII, Fanda Chrismianto,dikonfirmasi terkait masalah ini, menurut Dia, selama ini kuota bbm ke masing-masing spbu kompak di maybrat, sebanyak tiga puluh ribu liter setiap bulan, namun pihaknya akan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut, dengan menggandeng pemda kabupaten maybrat.

“Satu bulan 30 ribu liter premium dan 30 ribu liter solar ada beberapa pertalite juga. Tentu kami akan lakukan evaluasi terkait kebutuhan yang berkembang di masyarakat tentu dengan memperhatikan kuota dan alokasi yang ada. Nanti kami akan merangkul pemda untuk mengevaluasi dan membicarkan itu.”. Jelasnya.

Diharapkan dengan kuota yang ada, dapat diatur oleh lembaga penyalur setempat/ untuk mencukupi kebutuhan warga Maybrat, di 24 distrik disana. (JJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.