Sebelum Wafat, Ada Dua Pesan Yang Disampaikan Bupati Marsel Petu, Ini Pesannya

Oasepapua.id- Bupati Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Marselinus Y.W. Petu sempat menyampaikan pesan terakhirnya, sesaat sebelum mengembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Kupang, pada Minggu (26/5) dini hari sekitar pukul 02.30 WITA.

Almarhum Bupati Marselinus Y.W. Petu dengan akrab dipanggil Marsel Petu, sempat mengungkapkan dengan bercerita tentang tekadnya menjadikan Ende lebih luas dikenal sebagai Kota Pancasila.

Tekad besar Bupati dua periode itu, diceritakan kepada salah satu kerabatnya yang juga kader PDIP, bernama Chen Abubakar Cen Aboubakar, di kediamanan Cen Jalan, Kosasi Nomor 15, Kelurahan Bonipoi Kecamatan Kota Lama Kota Kupang.

Chen mengurai kronologi saat almarhum tiba di kediamannya hingga jatuh akibat serangan jantung, Chen mengatakan, Sabtu (25/5) malam sekitar pukul 09.30 WITA, dia ditelpon almarhum yang tengah makan di Pasar Malam Kampung Solor. Lewat percakapan di telepon, almarhum berniat ke rumahnya yang jaraknya hanya 100 meter dari Pasar Malam Kampung Solor.

“Sekitar jam 11.30 malam, beliau bersama Ketua dan Wakil Ketua I DPRD Ende datang ke rumah dan nimbrung dalam diskusi. Kebetulan teman-teman dari PDIP termasuk Ibu Emi Nomleni sedang berdiskusi di rumah saya,” ujarnya.

Dalam diskusi bersama Emi Nomleni dan pengurus dan kader PDIP, almarhum menitipkan dua hal tentang pembangunan di Kabupaten Ende, mengingat PDIP akan menempatkan kadernya sebagai Ketua DPRD NTT periode 2019-2024.

Berikut pesan Almarhum Marsel Petu Sesaat Sebelum hembuskan nafas terakhirnya:

Pertama, almarhum minta dukungan soal rencana besar Pemerintah Kabupaten Ende membangun monumen Pancasila di atas Gunung Meja. Sebab menurut almarhum, Ende harus dikenal luas sebagai Kota Pancasila.
“Jadi sepanjang diskusi, beliau lebih banyak omong soal Pancasila. Beliau juga undang kami untuk hadir dalam perayaan Hari Pancasila di Ende. Kata beliau, acara tersebut akan dibuat meriah,” kata Chen.

Kedua, almarhum minta perhatian Pemerintah Provinsi NTT soal perbaikan ruas jalan provinsi di Kabupaten Ende. Sebab kata almarhum, ada satu ruas jalan provinsi di Ende yang panjangnya sekitar 12 kilometer, tidak pernah diperbaiki.

Jalan yang dimaksud almarhum adalah,jalan tengah jalur Detukeli – Maurole yang berstatus jalan provinsi namun setelah diusulkan lebih dari 10 tahun, hingga saat ini belum juga dieksekusi.

Saat sedang bercerita, Chen menyebutkan, sekitar pukul 01.05 WITA, almarhum tiba-tiba jatuh. Kepalanya jatuh tepat di atas pangkuan Emi Nomleni. “Saat jatuh, beliau sementara duduk,” tandasnya.

Almarhum kemudian dilarikan ke rumah sakit dan tiba di Ruang IGD RS Siloam Kupang sekitar pukul 01.20 WITA. Setelah melakukan tindakan medis, sekitar pukul 02.17 WITA, dokter menyampaikan bahwa almarhum telah meninggal dunia.

“Beliau sempat tarik nafas panjang dua kali saat sampai di Siloam. Dokter bilang, nadi beliau sudah tidak berdetak sebelum sampai di IGD, tapi mereka masih berusaha melakukan tindakan medis selama satu jam,” ungkapnya.

Informasi lanjut, Jenasah Bupati Marsel Petu, bertolak dari Bandara El Tari Kupang, Minggu (26/5/2019) Pukul 12:00 WITA dan tiba di Bandara Aroebusman Ende, NTT, Sekira Pukul 14:00 Wita, menggunakan menggunakan jet pribadi milik Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laikodat.

Jenasah Bupati Marsel Petu, bertolak dari Bandara El Tari Kupang, Minggu (26/5/2019) , Gunakan Jet Pribadi Gubernur NTT. Ft.Kompas.com

Nonton dalam tayangan Siaran lansung FB milik Yuventus Doi, kedatangan Jenasah Bupati Marsel Petu, disambut isak tangis tak bisa dibendung oleh ribuan warga Warga Kota Ende dari bandara, menuju rumah kantor bupati sampai di rumah jabatan di jalan El Tari Ende.



Selain itu, dilansir pena Timor, untuk pemakaman Almarhum Bupati Marsel Petu akan berlangsung pada hari Rabu, (29/05/2019). Dan bertindak sebagai inspektur upacara pemakaman dipimpin lansung Oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. (Red/ 004)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.