SPBU BBM Satu Harga Titik ke130 Diresmikan Di Kampung Yukase, Maybrat

Oasepapua.id- Untuk menambah layanan BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meresmikan lembaga penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) satu harga, cv smook mandiri, di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten maybrat, Pada jumad (10/5/2019).

Peresmian SPBU ini merupakan bagian dari Program BBM Satu Harga di wilayah di kampung yukase ini adalah titik ke 130 yang diresmikan di indonesia

Hadir dalam peresmian ini, Wakil Bupati Maybrat, Pascalis kocu, BPH Migas, Ibnu Fajar dan Region Manager Retail Fuel Marketing Pertamina MOR VIII, Fanda Chrismianto,

Kedatangan rombongan BPH migas dan pertamina mor VIII di kampung yukase, beresta Wakil bupati maybrat, Jumad siang disambut meriah warga, yang telah menunggu sejak pagi tarian adat setempat.

Sebelumnya pada 1 november 2018, diresmikan SPBU program bbm satu harga,ke 82 di Distrik Ayamaru Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.

Wakil Bupati Maybrat, Pascalis Kocu dalam sambutanya meminta pertamina dan pihak terkait untuk membangun SPBU serupa, di daerah-daerah terpencil di kabupaten maybrat. Sebab di lokasi-lokasi tersebut, harga BBM jenis premium dan solar, bisa mencapai Rp 30.000 per liternya.

” Ini kita mengharapkan, mengususlkan karena daerah ini cukup luas sekali ada 24 Distrik dari satu kampung atau satu desa ke desa yang lain cukup jauh jangkauannya apalagi dari distrik ke distrik. Dari tempat ini ke lbukota Kabupaten sudah satu jam sehingga kami butuh penambahan lagi yaitu di wilayah Aitinyo Raya dan wilayah Aifat Raya. Harga bbm di dstrik-distrik bervariasi. DI Kambuaya SPBU pertama harga premium lima ribu lima ratus rupiah, tapi kalau diambil dari situ kemudian dijual lagi, itu harganya mencapai 25 hingga 30 ribu rupiah perliter.” Kata Pascalis Kofu.

Sementara, permintaan penambahan SPBU BBM satu harga di kabupaten maybrati ditanggapi serius oleh perwakilan dari BPH Migas pusat, ibnu fajar.

Ibnu, mengatakan, dengan wailayah kabupaten maybrat yang cukup luas dan terpencil, sudah seharusnya ada penambahan spbu serupa, karena di Indonesia rata-rata setiap 250 KM persegi, harus tercover oleh satu SPBU.

“Mengingat luas wilayah di kabupaten Maybrat khususnya dan di provinsi Papua Barat pada umumnya memang perlu ada penambahan lembaga penyalur untuk mengurangi rasio keterjangkauan satu lembaga penyalur terhadap luas wilayahnya itu. Di Indoensia itu rata-rata jangkauan satu SPBU itu dua ratus kilometer persegi. Tapi kalau saya melihat tadi jarak dari Sorong ke Maybrat itu kira-kira kurang dari dua ratus meter persegi, jadi jauh lebih bagus dibandingkan rata-rata jangkauan di seluruh Indonesia, namun begitu kita tetap upayakan untuk menambah lembaga penyalur secara proporsional”. jelas Ibnu

Dikatakannya, program SPBU bbm satu harga Cv Smok mandiri, di Kampung Yukase, Distrik Ayamaru Utara, Kabupaten Maybrat ini, merupakan SPBU 130 yang diresmikan pertamina di seluruh Indonesia, atau SPBU bbm satu harga kedua di Kabupaten Maybrat. Pemerintah dibawah kepemimpinan presiden joko widodo, berencana membangun spbu serupa di seratus tujuh puluh titik di seluruh indonesia.

Selain itu, peresmian ditandai dengan penanda tanganan prasasti, oleh wakil bupati, BPH migas, dan pihak pertamina MOR VII, dilanjukan dengan pengguntingan pita, dan mengisian bbm perdana bagi warga distrik Ayamaru Utara. (JJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.