Tayang Perdana Di Kupang, Gubernur NTT: Film  Rumah Merah Putih Mengajarkan Bagaimana Mencintai Negara Ini

Oasepapua.id- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, mengapresiasi film Rumah Merah Putih yang digarap oleh Alenia Pictures. Film yang diperan oleh beberapa anak NTT dengan durasi 90 menit ini tayang perdana di bioskop Lippo Plaza, Kota Kupang, NTT, Sabtu (15/6) malam

Acara premier film itu dihadiri sutradara dan produser Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen, serta para pemeran utama Rumah Merah Putih di antaranya Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, dan anak-anak NTT.

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi, Wakapolda NTT Brigjen Pol Jhoni Asadoma serta pejabat Forkopimda dan Pemerintah Kota Kupang juga hadir.


Gubernur Nusa Tenggara Timur Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat memberikan sambutan dalam peluncuran Film “Rumah Merah Putih” di Lippo Plaza, Kota Kupang, Sabtu (15/6/2019) malam. (ANTARA FOTO)

Saat memberikan sambutannya dalam acara peluncuran film tersebut, Gubernur NTT menyampaikan syukur karena Rumah Merah Putih tayang untuk pertama kali di ibu kota Provinsi NTT. Viktor meyakini, film ini akan disukai oleh masyarakat karena mengisahkan tentang kecintaan warga di perbatasan terhadap NKRI.

“Kita juga sangat bangga dengan kehadiran film tersebut karena melibatkan banyak anak-anak NTT sebagai pemeran utama” ujarnya, pada Antara.

Menurut dia, setelah diputar di Kota Kupang, film yang mengangkat tema nasionalisme itu akan ditonton bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 17 Juni dan akan tayang serentak di bioskop Tanah Air pada 20 Juni 2019.

“Kita berdoa agar film ini menjadi film yang bagus dan akan memberikan pelajaran berharga untuk bagaimana mencintai bangsa dan negara ini,” katanya.

Setelah kegiatan peluncuran rampung, Gubernur bersama para pejabat, serta produser dan para pemeran film, juga warga Kota Kupang bersama-sama menyaksikan Rumah Merah Putih.

Rumah Merah Putih bercerita tentang perjalanan anak-anak NTT di wilayah perbatasan untuk menyambut peringatan Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus dengan segala permasalahan yang mereka hadapi.

Syuting film dilakukan di Desa Silawan dan Kota Atambua, Kabupaten Belu, wilayah perbatasan dengan Timor Leste. (Antara/OP/005)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.